Lapas Wahai Resmikan Perpustakaan Warga Binaan, Kalapas: Tingkatkan Literasi Keagamaan

Tinta-rakyat.com-Wahai// Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, meresmikan Perpustakaan Lapas Wahai sehari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, di Beranda Lapas pada Jumat (28/02). Ia mengimbau kepada seluruh warga binaan agar meningkatkan literasi keagamaan selama bulan puasa berlangsung.

“Alhamdulilah, dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa hari ini saya resmikan perpustakaan Lapas Wahai yang diperuntukkan bagi warga binaan. Semoga perpustakaan ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan literasi membaca, apalagi besok sudah memasuki bulan puasa. Ada 207 buku yang kami sediakan dan kebanyakan buku-buku keagamaan. Oleh karena itu tingkatkan literasi keagamaan,” imbaunya.

Bacaan Lainnya

Didampingi seluruh pejabat struktural, para petugas dan warga binaan, pengguntingan pita yang menandai peresmian perpustakaan pun disambut antusias oleh semua pihak. “Kepada warga binaan, sering-seringlah ke perpustakaan untuk menambah ilmu pengetahuan karena buku adalah jendela dunia”, tambah Kepala Subs Seksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw.

Sementara itu, salah satu warga binaan ‘AT’ turut menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih kepada Lapas Wahai yang sudah menyediakan buku bacaan bagi kami. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan kami selama menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Satu jam sebelumnya, saat melaksanakan apel bersama antara jajaran petugas dan warga binaan, Kalapas mengatakan bahwa pendirian Perpustakaan Lapas sebagai bentuk penyediaan sarana pendidikan informal adalah hal yang mutlak dilakukan.

“Deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) 1948 mengatakan hak atas pendidikan adalah bagian dari HAM. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 juga mengamanatkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pun dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 Pasal 7 dan 9 juga mengatakan hak tahanan dan narapidana adalah mendapatkan bahan bacaan. Semua regulasi tersebut harus kita implementasikan karena pemasyarakatan juga memiliki peran strategis dalam edukasi dan rehabilitasi sosial,” terang Tersih.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *