Tinta-rakyat.com-Wahai// Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III terus menunjukkan eksistensinya dalam mendukung ketahanan pangan yang tidak hanya melalui sistem hidroponik tapi juga bertanam melalui sistem polybag. Hal ini terpantau saat Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, melakukan peninjauan langsung lahan pada pos belakang Lapas, Selasa (04/03).
“Lahan sempit kami upayakan seperti ini guna mendukung ketahanan pangan sesuai program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Prabowo dan Gibran yakni mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, dan juga sebagai salah satu aksi nyata Lapas Wahai dalam mendukung 13 program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan antara lain membangun ketahanan pangan dengan memberdayakan warga binaan dan meningkatkan keterampilan warga binaan dalam bidang agrikultur,” ungkap Tersih.
Ia mengatakan prospek pertanian lahan sempit yang diupayakan jajarannya, cukup memberikan hasil yang maksimal. “Ada rasa pesimis ketika mengawali proses, namun alhamdulillah hasilnya sampai saat ini kami sudah empat kali panen sayuran hidroponik sejak Januari lalu. Satu atau dua pekan mendatang insyaallah kami akan melakukan panen perdana buah tomat yang ditanam melalui sistem polybag,” terangnya.
Menurut Kalapas, sistem polybag dipilih karena lebih mudah diaplikasikan, tidak memerlukan biaya besar serta dapat diterapkan di lahan terbatas, sehingga cocok dengan kondisi Lapas Wahai. “Lapas Wahai mengupayakan tanaman tomat menggunakan polybag dikarenakan tidak ada lagi lahan serapan. Sistem polybag juga adalah inovasi sederhana untuk keterbatasan lahan kami,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan, DS, yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku senang dengan kegiatan pertanian yang dilakukan pihak Lapas. “Saya merasa termotivasi karena bisa belajar hal baru. Menanam tomat dengan polybag ternyata tidak sulit, dan saya berharap bisa menerapkannya setelah bebas nanti,” ujarnya.
Lapas Wahai terus berupaya memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi warga binaan, serta melalui berbagai kegiatan pembinaan diharapkan warga binaan dapat memiliki keterampilan yang berguna dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat.