Tinta-rakyat.com-Bandanaira//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira menggelar acara Tasyakuran sebagai puncak peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI Ke-1, Rabu (19/11).
Peringatan bertajuk “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa”, peringatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan komitmen Lapas Bandanaira dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus memperkuat kontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di pelataran galeri Lapas ini dihadiri oleh Camat Banda, Camat Kepulauan Banda, Wakapolsek Banda, Kepala BRI Kantor Cabang Ambon Unit Banda, Plt Direktur RSUD Banda, KPNA Dwiwarna, Ketua Majelis Jemaat GPM Neira Klasik Pulau-Pulau Banda, serta perwakilan dari Cabjari Ambon di Banda, Pos TNI AL Banda, Pos SAR Banda, KUA Kecamatan Banda, Puskesmas Walang, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Momentum kebersamaan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Lapas Bandanaira dan Camat Banda sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan satu tahun Kemenimipas. Tradisi pemotongan tumpeng tersebut melambangkan harapan akan keberkahan, keberlanjutan pengabdian, serta mempererat kekompakan.
Potongan tumpeng kemudian diberikan kepada petugas tertua dan termuda sebagai simbol regenerasi dan kesinambungan pengabdian.
Dalam sambutannya, Mikha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Bakti harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas di bidang pemasyarakatan.
”Hari Bhakti Kemenimipas Ke-1 ini bukan sekadar peringatan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam
memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan maupun masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Bandanaira, Handayani Hassannusi turut memberikan sambutan. Beliau menyampaikan apresiasi dan menekankan bahwa momentum Hari Bakti ini harus dimanfaatkan untuk menjaga sinergitas yang baik antar Lembaga dan instansi pemerintah.
”Semoga tasyakuran ini membawa harmonisasi dan kebaikan bagi kita semua,” harapnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa tasyukuran bukan momen untuk berbangga-bangga tetapi lebih kepada rasa syukur dengan tetap semangat dalam bekerja dan menjadikan spirit memanusiakan manusia. Beliau juga berharap Lapas Bandanaira terus membina generasi muda Banda dengan program pembinaan mental yang berkesinambungan.
”Pembinaan akhlak ini penting, dengan selalu bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menciptakan Banda yang berbudaya, bersinar, dan lebih baik,” ucapnya.
Acara tasyakuran ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama, memperkuat tali silaturahmi, dan menyuntikkan semangat baru bagi seluruh jajaran Lapas Bandanaira untuk terus berkarya dan berbakti menciptakan pelayanan publik yang semakin Prima dan terpercaya.
Peringati Hari Bakti Kemenimipas, Lapas Bandanaira Gelar Tasyakuran





