Tumbuhkan Semangat Perbaiki Diri, Lapas Bandanaira Berikan Pembinaan Kerohanian Bagi Warga Binaan Kristen

Tinta-rakyat.com-Bandanaira//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berkomitmen memberikan pembinaan menyeluruh bagi Warga Binaan, termasuk dalam aspek keagamaan. Pada Kamis (20/11), Warga Binaan yang beragama Kristen mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan kerohanian yang berlangsung di Gereja Lapas Bandanaira.

‎Kegiatan rohani ini dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Naira Klasik Pulau-Pulau Banda, Pdt.  Juliet Noya. Ia hadir untuk membimbing serta memberikan penguatan rohani melalui doa bersama, pujian, dan renungan firman Tuhan. Suasana kegiatan berlangsung penuh khidmat, di mana Warga Binaan tampak antusias, khusyuk, dan bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara.

‎Kepala Lapas Bandanaira, Mikha, menegaskan pembinaan rohani merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian di Lapas Bandanaira.

‎”Kami berupaya memberikan pembinaan yang menyeluruh. Tidak hanya dalam keterampilan, tetapi juga dalam aspek spiritual. Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap Warga Binaan makin termotivasi untuk memperkuat spiritualitas, memperbaiki diri dan lebih siap kembali ke masyarakat,” harapnya.

‎Sementara itu, Pdt. Juliet Noya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk hadir langsung membina Warga Binaan.

‎”Kami hadir bukan sekadar membimbing, tetapi juga memberikan penguatan agar saudara-saudara kita di sini tetap memiliki pengharapan, merasa tidak sendiri, dan terus dikuatkan secara iman. Kami percaya bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki diri,” tuturnya.

‎Salah satu Warga Binaan beragama Kristen, Richard (26) mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti pembinaan rohani.

‎”Saya merasa sangat terbantu dengan adanya ibadah dan renungan seperti ini. Kegiatan ini memberi harapan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

‎Melalui program pembinaan rohani ini, Lapas Bandanaira menegaskan bahwa pembinaan Warga Binaan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan hukum dan disiplin, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan dan spiritualitas yang membentuk karakter menuju perubahan positif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *