Penuhi Hak Warga Binaan, Lapas Saparua Beri Akses Literasi Perpustakaan

Tinta-rakyat.com-Saparua//Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan melalui berbagai program yang mendukung perkembangan diri. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah pemberian akses literasi membaca sebagai pemenuhan hak warga binaan selama menjalani masa pidana. Program literasi ini dilaksanakan secara rutin, dan warga binaan diberikan kesempatan membaca berbagai koleksi buku yang tersedia di ruang baca Lapas Saparua. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 24/11.

Pelaksanaan kegiatan membaca dilakukan secara terjadwal agar seluruh warga binaan memperoleh kesempatan yang sama dalam memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia. Selama kegiatan berlangsung, warga binaan didampingi oleh petugas pengamanan untuk menjaga ketertiban, memastikan keamanan, serta mendukung kelancaran kegiatan literasi sebagai bagian dari pembinaan kepribadian.

Bacaan Lainnya

Ruang baca Lapas Saparua menyediakan berbagai koleksi buku, mulai dari bacaan umum, pengetahuan, hingga buku keagamaan dan motivasi. Koleksi ini terus diperbarui melalui pemenuhan internal maupun kerja sama dengan pihak eksternal sehingga kebutuhan literasi warga binaan dapat terpenuhi.
Selain menyediakan fasilitas, pihak Lapas juga mendorong pembentukan budaya membaca sebagai upaya memperluas wawasan dan memberikan alternatif kegiatan positif selama menjalani masa pidana.

Staf Pembinaan Lapas Saparua, Florianty Talakua, menjelaskan bahwa akses literasi merupakan bagian dari implementasi sistem pemasyarakatan. “Kegiatan membaca di ruang baca adalah program pembinaan yang kami dorong untuk terus berkembang. Selain memenuhi hak warga binaan, literasi membantu mereka meningkatkan kualitas diri dan membentuk kebiasaan positif,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga binaan, J.P (20), mengaku menikmati kegiatan membaca yang tersedia di Lapas. “Kalau baca buku, pikiran bisa lebih tenang. Ada banyak hal baru yang bisa saya pelajari juga. Jadi waktu di dalam terasa lebih bermanfaat,” ungkapnya.

Melalui penguatan akses literasi ini, Lapas Saparua menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan pembinaan yang berkualitas serta mendukung proses perubahan perilaku warga binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *