Tinta-rakyat.com-Saparua//Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua menerima bantuan paket buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai tindak lanjut atas permohonan penambahan koleksi bacaan untuk penguatan layanan literasi di lingkungan pemasyarakatan. Bantuan ini menjadi salah satu wujud dukungan terhadap upaya Lapas dalam menyediakan bahan bacaan yang layak dan bermanfaat bagi warga binaan. Pengiriman dan penerimaan paket dicatat melalui prosedur administrasi Lapas yang berlaku. Selasa, (25/11).
Kegiatan penerimaan ini juga tidak terlepas dari dorongan langsung Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maluku Tengah, Yusran Usemahu, yang sebelumnya memberikan arahan agar layanan literasi pada seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Kabupaten Maluku Tengah, yakni Lapas Wahai, Lapas Saparua, Rutan Masohi, dan Lapas Banda diperkuat melalui penambahan koleksi bacaan yang lebih variatif dan relevan. Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas literasi masyarakat secara menyeluruh, termasuk bagi warga binaan.
Proses penerimaan paket bantuan buku perpustakaan dilakukan oleh Petugas Pengamanan Nico B. Soselissa, yang sekaligus mendokumentasikan paket sebagai bagian dari laporan resmi penerimaan barang. Setelah diterima, buku-buku tersebut diserahkan kepada Seksi Pembinaan untuk proses inventarisasi. Tim pembinaan kemudian melakukan pemilahan koleksi berdasarkan kategori seperti pengetahuan umum, keterampilan, motivasi, literatur keagamaan, dan pengembangan diri. Penataan ini bertujuan memudahkan warga binaan dalam memilih bahan bacaan sesuai minat dan kebutuhan mereka.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut dan menegaskan pentingnya penguatan literasi dalam pembinaan.
“Kami berterima kasih atas bantuan ini. Koleksi buku yang semakin lengkap akan memperkaya fasilitas belajar warga binaan dan mendorong mereka untuk memanfaatkan perpustakaan secara maksimal,” ujarnya.
Staf Pembinaan, Florianty Talakua, juga menambahkan bahwa keberadaan koleksi baru ini akan membantu memperluas ruang belajar serta mendukung pelaksanaan program pembinaan.
“Dengan hadirnya buku-buku baru ini, kami dapat memberikan pilihan bacaan yang lebih luas. Ini sangat mendukung pelaksanaan program pembinaan, terutama yang berkaitan dengan penguatan literasi,” jelasnya.
Melalui bantuan ini, Lapas Saparua berharap kegiatan literasi dapat berkembang lebih optimal dan memberi manfaat nyata bagi warga binaan. Penambahan koleksi buku tidak hanya memperkaya wawasan dan keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter positif serta persiapan reintegrasi sosial setelah warga binaan selesai menjalani masa pidana.





