Pembinaan Kemandirian Meubeler, Lapas Saumlaki Perkuat Bekal Keterampilan Warga Binaan.

Tinta-rakyat.com-Saumlaki//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki terus mendorong peningkatan kualitas pembinaan bagi warga binaan melalui program kemandirian. Salah satu kegiatan yang saat ini dijalankan adalah Pembinaan Kemandirian Meubeler, sebagai wadah pengembangan kemampuan kerja serta bekal keterampilan produktif bagi warga binaan. Rabu (26/11)

Pelatihan ini menghadirkan instruktur profesional dari SMK Negeri 6 Saumlaki dan akan berlangsung selama satu minggu penuh. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pemberian materi teori, meliputi pengenalan konsep dasar meubeler, jenis dan fungsi alat kerja, teknik keselamatan kerja, hingga penjelasan alur produksi meubel sebelum peserta terjun ke sesi praktik.

Bacaan Lainnya

Kepala Lapas Saumlaki, Ilham, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. “Program meubeler ini tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kreativitas, dan etos kerja. Kami ingin warga binaan memiliki keahlian yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Instruktur dari SMK Negeri 6 Saumlaki, Dandels Maskikit, turut mengapresiasi semangat warga binaan selama mengikuti pelatihan. “Antusiasme peserta sangat tinggi. Hari ini kami fokus memperkuat pemahaman teori agar mereka memiliki dasar yang kuat sebelum praktik. Kami berharap dalam seminggu ke depan mereka dapat menghasilkan karya yang tidak hanya layak pakai, tetapi juga bernilai jual,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pemasyaraktan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan pentingnya pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keahlian kerja. “Kami mendukung penuh program seperti pembinaan meubeler ini. Pelatihan yang diberikan harus mampu membekali warga binaan dengan kompetensi nyata sehingga mereka siap bersaing dan produktif setelah bebas. Program seperti ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan mereka,” tegasnya.

Dengan dukungan tenaga instruktur kompeten dan pelatihan terstruktur selama satu minggu, program kemandirian meubeler di Lapas Saumlaki menjadi langkah konkret dalam menciptakan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi reintegrasi sosial warga binaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *