Empat Narapidana Lapas Saparua Laksanakan Litmas Awal Oleh Bapas Ambon

Tinta-rakyat.com-Saparua//Kanwil Ditjenpas Maluku, Empat narapidana Lapas Kelas III Saparua menjalani Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) awal yang dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan resmi Lapas Saparua sebagai bagian dari pemenuhan hak integrasi bagi warga binaan. Jumat, 28/11.

Litmas awal ini dilakukan untuk menilai kelayakan substantif, administrasi, serta kesiapan sosial warga binaan sebelum diusulkan mengikuti program integrasi. Dua petugas Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Ambon, Anugraeni Yasir (PK Pertama) dan Fenny Soplanit (APK Terampil), ditugaskan untuk melakukan asesmen terhadap empat narapidana tersebut. Mereka melakukan verifikasi data, wawancara mendalam, hingga pengumpulan informasi sosial yang dibutuhkan untuk menyusun rekomendasi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan berlangsung tertib dengan dukungan petugas pembinaan dan pengamanan Lapas Saparua. Fenny Soplanit menjelaskan bahwa pelaksanaan Litmas selalu dilakukan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan. “Kita turun berdasarkan permintaan Lapas dan disertai surat perintah perjalanan dinas. Nanti hasil Litmasnya akan dikirim ke pihak Lapas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap rekomendasi dibuat berdasarkan data objektif dan kondisi faktual di lapangan.

Staf pembinaan Lapas Saparua, Florianty Talakua, juga memberikan penjelasan mengenai estimasi penerimaan hasil Litmas, dimana pihak Lapas akan menerima hasil Litmas dalam waktu dekat tergantung pihak Bapas.
“Biasanya hasil Litmas kami terima dalam tiga sampai tujuh hari. Namun, waktunya bisa berbeda tergantung proses finalisasi PK yang menangani Litmas di Bapas Ambon,” jelasnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan apresiasi kepada Bapas Ambon atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin baik dalam pelaksanaan asesmen ini. Menurutnya, Litmas memiliki peran penting untuk memastikan bahwa proses pengusulan integrasi warga binaan berjalan profesional, transparan, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan telah dilaksanakannya Litmas awal terhadap empat narapidana tersebut, Lapas Saparua berharap proses penilaian integrasi dapat berlangsung lebih akurat dan berkontribusi pada keberhasilan reintegrasi sosial para warga binaan ke masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *