Lapas Piru Panen 30 Ikat Kacang Panjang, Perkuat Program Kemandirian dan Dukung Ketahanan Pangan

Tinta-rakyat.com-Piru//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian Warga Binaan melalui kegiatan pertanian produktif. Pada Kamis, (27/11), Lapas Piru melaksanakan panen kacang panjang dari kebun kemandirian yang dikelola langsung oleh Warga Binaan di bawah pendampingan petugas.

Sebanyak 30 ikat kacang panjang berhasil dipanen dan selanjutnya akan disalurkan kepada pedagang lokal serta digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas.

Bacaan Lainnya

Kegiatan panen kali ini menjadi lebih berwarna dengan adanya keterlibatan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), yang turut mendampingi serta belajar langsung proses pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan. Kehadiran peserta magang ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran lintas sektoral mengenai bagaimana sistem pembinaan keterampilan kerja diterapkan bagi Warga Binaan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa panen kali ini merupakan bukti konsistensi para Warga Binaan dalam mengikuti pembinaan.
“Panen hari ini menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas melalui kerja keras dan pendampingan yang terarah. Kami akan terus mengembangkan kebun kemandirian agar menjadi wadah pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa keberhasilan panen ini sejalan dengan komitmen Lapas Piru dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek memberdayakan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan panagan.
“Lapas Piru terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata, salah satunya melalui kegiatan pertanian yang dikelola Warga Binaan. Panen ini menjadi bukti bahwa pembinaan dapat memberikan hasil konkret bagi mereka dan bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif setelah bebas,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Piru berharap program pertanian kemandirian dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan pembinaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Warga Binaan dan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *