Panen Raya Serentak, Lapas Saparua Tunjukkan Kontribusi Pangan Nasional

Tinta-rakyat.com-Saparua//Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua melaksanakan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang digelar secara nasional dan diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Drs. Agus Andrianto, yang menghadiri pusat kegiatan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Kamis, (15/01).

Panen raya di Lapas Saparua dilaksanakan di area kebun belakang lapas dan dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas III Saparua Pramuaji Buamonabot, Pejabat struktural, Pegawai staf, CPNS, dan Peserta Program Magang Kemnaker Batch II Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian warga binaan yang secara konsisten dikembangkan melalui sektor pertanian sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam kegiatan tersebut, Lapas Saparua turut memanen komoditas hortikultura berupa sayur sawi putih sebanyak 26 ikat sebagai hasil nyata pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian.

Bacaan Lainnya

Secara nasional, kegiatan panen raya serentak juga diikuti oleh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku Ricky Dwi Biantoro mengikuti kegiatan secara langsung di Lapas Kelas IIA Ambon, didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Maluku Sarwono, Kepala Rutan Kelas IIA Ambon beserta jajaran, serta pejabat struktural dan pegawai di lingkungan UPT setempat. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan (Kabid PP) Fifi Firda serta Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan (Kabid PK) Catherian V. Picauly turut mengikuti kegiatan panen raya di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Ambon.
“Kegiatan panen raya ini merupakan wujud nyata kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Program ini tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan, tetapi juga menghasilkan komoditas pangan yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Secara virtual, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan meninjau langsung hasil panen yang dihasilkan oleh berbagai unit pelaksana teknis pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Sejumlah komoditas pertanian tampak siap panen dan dinilai memiliki kualitas yang baik sebagai hasil dari pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan produktif.

Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Drs. Mashudi menyampaikan bahwa panen raya serentak merupakan bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia melaporkan bahwa secara nasional, program ini menghasilkan panen dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan dengan total capaian 123, 5 ton, di mana sebagian besar hasil panen dimanfaatkan untuk kepentingan sosial dan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatera.
“Seluruh capaian tersebut merupakan hasil pembinaan kemandirian warga binaan di seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan, termasuk donasi hasil panen untuk pembangunan sumur bor serta pemenuhan kebutuhan dasar lainnya sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial pemasyarakatan,” tegasnya.

Dalam sambutannya secara terpusat, Mashudi juga menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian warga binaan.
“Melalui program ketahanan pangan, Pemasyarakatan hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Warga binaan kita bina agar memiliki keterampilan, etos kerja, dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat secara mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Drs. Agus Andrianto memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan atas konsistensi dan inovasi dalam mengembangkan program ketahanan pangan nasional.
“Saya mengapresiasi seluruh jajaran Pemasyarakatan yang telah bekerja keras dan berinovasi. Program ketahanan pangan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui Pemasyarakatan, yang tidak hanya membina tetapi juga berkontribusi langsung pada ketahanan pangan nasional,” tegasnya

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Indonesia punya cara sendiri mengatasi masalah sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden. Kita harus bergandengan tangan, kita harus bekerja sama, kita tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, kontribusi tiap kita diharapkan bisa mewujudkan kedaulatan pangan di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan bahwa panen raya ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Saparua dalam mendukung program pemerintah melalui pembinaan yang berdampak langsung.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian warga binaan mampu menghasilkan manfaat yang nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan panen raya serentak ini, Kanwil Ditjenpas Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan mengembangkan program ketahanan pangan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan serta implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *