Tinta-rakyat.com-Langgur//Dinding tinggi dan kawat berduri bukan lagi penghalang bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual untuk produktif. Melalui program pembinaan kemandirian, kini lahir unit UMKM pengolahan pangan yang memproduksi berbagai jenis gorengan berkualitas untuk dipasarkan kepada petugas dan masyarakat sekitar, Sabtu (17/1/2026).
Program yang mengusung tema “Dari Balik Jeruji Menuju Kemandirian” ini bertujuan memberikan bekal keterampilan praktis bagi warga binaan. Setiap harinya, dengan standar kebersihan yang terjaga, para warga binaan mengolah bahan baku lokal menjadi camilan seperti bakwan, tahu isi, hingga pisang goreng yang menjadi favorit di kantin Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyatakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan bagian dari reintegrasi sosial. “Kami ingin memastikan bahwa ketika mereka bebas nanti, mereka memiliki skill wirausaha yang nyata. Gorengan ini adalah bukti bahwa mereka bisa berubah dan memberikan kontribusi ekonomi,” ujarnya.
Hasil penjualan dari UMKM gorengan ini dikelola secara transparan, di mana sebagian keuntungan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sebagian lagi diberikan sebagai premi atau upah bagi warga binaan yang bekerja. Hal ini memberikan motivasi tambahan bagi mereka untuk terus berkarya.
Masyarakat yang berkunjung ke Lapas pun memberikan respon positif. Kualitas rasa dan kebersihan produk “Gorengan Lapas” dinilai tidak kalah dengan pedagang di luar. Keberhasilan UMKM ini menjadi simbol harapan bahwa masa pidana adalah waktu untuk berbenah diri dan bersiap menjadi pribadi yang lebih mandiri di tahun 2026 ini.





