Tinta-rakyat.com-Bandanaira//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan bermakna bagi Warga Binaan.
Kali ini, Lapas Bandanaira menggelar Pekan Literasi, Sabtu (17/1), sebagai wadah untuk menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan, sekaligus mendorong kreativitas literasi di kalangan Warga Binaan.
Kegiatan ini turut melibatkan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch III yang berperan aktif dalam mendampingi jalannya program. Kehadiran mereka menambah semangat baru dalam upaya membangun budaya literasi di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan pentingnya pembinaan kepribadian melalui literasi sebagai bekal intelektual bagi Warga Binaan.
”Kami ingin Warga Binaan menjadi pegiat buku, yaitu pembaca aktif yang terus meningkatkan minat bacanya sehingga menambah ilmu dan pengetahuan untuk diterapkan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah bebas nanti,” harapnya.
Salah satu peserta magang, Lelasari Nurhadi, menambahkan bahwa literasi harus dibangun sebagai budaya berkesinambungan di lingkungan Pemasyarakatan.
”Literasi adalah jembatan penting untuk membentuk pribadi Warga Binaan menjadi lebih berkualitas. Dengan literasi, mereka dapat memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan yang sangat diperlukan dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di luar Lapas,” ungkapnya.
Melalui pembinaan berbasis literasi ini, Lapas Bandanaira berupaya mengimplementasikan prinsip-prinsip Panca Carana Laksya sebagai pedoman pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran formal, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan yang mendukung proses reintegrasi sosial. Dengan mengedepankan prinsip pengamanan, pembinaan, pelayanan, dan integritas, Lapas Bandanaira bertekad menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang humanis dan produktif.
Lapas Bandanaira Hadirkan Pekan Literasi, Dorong Warga Binaan Jadi Pegiat Buku





