Mulat Sarira di Balik Jeruji, Warga Binaan Hindu Lapas Perempuan Kerobokan Peringati Hari Raya Siwaratri 2026 dengan Penuh Khidmat

Tinta-rakyat.com-Keborokan//Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan menyelenggarakan Peringatan Hari Raya Siwaratri Tahun 2026 sebagai sarana peningkatan sraddha dan bhakti bagi Warga Binaan yang beragama Hindu, bertempat di Pura dan Aula Lapas, Sabtu (17/1).

Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum penting bagi Wargabinaan untuk melakukan introspeksi diri (mulat sarira) serta pembersihan pikiran sebagai bagian dari pembinaan kepribadian selama menjalani masa pidana. Peringatan Siwalatri diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh WBP Hindu.

Bacaan Lainnya

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan beserta jajaran, serta perwakilan dan narasumber dari Kementerian Agama Kota Denpasar. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan pembinaan kerohanian oleh Wargabinaan berupa Geguritan yang dirangkai dengan Tarian Siwaratri. Penampilan ini merupakan hasil dari program pembinaan seni budaya dan spiritual yang secara konsisten dilaksanakan di dalam Lapas.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan menyampaikan bahwa peringatan Siwalatri hendaknya dimaknai sebagai titik balik bagi Warga Binaan untuk meninggalkan masa lalu dan menata masa depan yang lebih baik melalui jalan dharma, kedisiplinan, serta pengendalian diri.

Memasuki acara inti, Dharma Wacana disampaikan oleh Dr. I Nyoman Arya, M.Pd.H. dari Kementerian Agama Kota Denpasar. Dalam pemaparannya, beliau mengupas makna filosofis malam payogan Siwa sebagai waktu yang tepat untuk perenungan, permohonan pengampunan, serta pencerahan batin guna memperkuat kesadaran diri.

Suasana religius semakin terasa dengan persembahan Tembang Yadnya oleh WBP yang menambah kekhidmatan rangkaian acara. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara petugas, narasumber, dan Warga Binaan sebagai simbol kebersamaan dan sinergitas dalam proses pembinaan.

Seluruh rangkaian peringatan Hari Raya Siwaratri Tahun 2026 di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui pembinaan kepribadian berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal, diharapkan Warga Binaan memiliki ketahanan mental dan spiritual sebagai bekal positif dalam proses reintegrasi sosial saat kembali ke masyarakat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *