Lapas Bandanaira Latih Warga Binaan dengan Materi Bahasa Inggris

Tinta-rakyat.com-Bandanaira//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira hadirkan program pembelajaran Bahasa Inggris bagi Warga Binaan, Senin (19/1). Program ini menjadi upaya pengembangan kompetensi dan kemandirian selama masa pembinaan sekaligus memberikan bekal keterampilan komunikasi internasional yang bermanfaat setelah bebas nanti.

‎Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengungkapkan pembelajaran Bahasa Inggris merupakan bentuk pembinaan kepribadian yang berfokus pada pengembangan intelektualitas Warga Binaan.

‎”Bahasa Inggris merupakan jendela dunia yang mampu membuka peluang baru. Melalui pembelajaran ini, kami ingin memberikan bekal pengetahuan yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri Warga Binaan. Harapannya, keterampilan ini menjadi modal positif bagi mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana,” harapnya.

‎Pembelajaran Bahasa Inggris ini diisi oleh Lelasari Nurhadi, peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch III yang merupakan lulusan Program Studi Bahasa Inggris Universitas Pattimura. Metode pembelajaran dibuat santai dan komunikatif agar Warga Binaan merasa nyaman dan berani mencoba berbicara dalam Bahasa Inggris, meskipun masih pada tahap dasar.

‎”Pendekatan pembelajaran dibuat interaktif agar mudah dipahami. Fokusnya bukan hanya penguasaan bahasa, tetapi juga keberanian Warga Binaan untuk mengekspresikan diri,” jelasnya.

‎Salah seorang Warga Binaan, Rudi, menuturkan kegiatan ini memberikan dampak positif kerena membantunya memperkaya keahlian bahasa.

‎”Kegiatan ini jadi tempat belajar yang baik. Banyak hal positif yang kami dapatkan, dan materi yang diberikan juga mudah dipahami,” tuturnya.

‎Melalui program ini, Lapas Bandanaira berharap pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek formal, tetapi juga pada pengembangan potensi dan kapasitas intelektual Warga Binaan secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *