Tinta-rakyat.com-Wahai//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai konsisten gelar razia pada blok hunian Warga Binaan lewat slogan One Week One Raid atau sepekan sekali razia untuk jaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib). Kali ini, guna pastikan kelancaran pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan, kegiatan rutin tersebut kembali dilaksanakan pada Rabu (25/2) malam dengan menggandeng personel dari Kepolisian Sektor (Polsek) Wahai sebagai bentuk sinergi antarinstansi.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyatakan bahwa langkah preventif ini diambil untuk meminimalisir keberadaan barang-barang terlarang yang dapat mengganggu kekhusyukan Warga Binaan dalam beribadah. ”Kami ingin memastikan bahwa selama bulan suci ini, lingkungan Lapas tetap kondusif. Sinergi bersama Polsek adalah bukti komitmen kami dalam menciptakan situasi yang tertib dan harmonis,” ujar Tersih.
Dalam razia tersebut, petugas gabungan menyisir setiap sudut kamar hunian dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis namun tegas. Selama penggeledahan, petugas berhasil menyita 1 silet, 2 botol parfum kaca, 2 alat cukur, 1 kaca, 1 korek, 2 sekrup, dan 1 obat. Barang sitaan tersebut kemudian didata dan akan dimusnahkan dikemudian hari.
Personel Polsek Wahai, Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Maurits David Nikijuluw, yang turut mendampingi pelaksanaan razia, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan untuk membantu instansi pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan.
”Kami mengapresiasi langkah preventif Lapas. Kehadiran kami bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan rasa aman. Kami ingin saudara-saudara kita yang sedang menjalani pembinaan di dalam Lapas dapat beribadah dengan tenang, tanpa ada gangguan dari peredaran barang terlarang. Keamanan mereka adalah bagian dari kenyamanan wilayah kami juga,” kata David.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan oleh Lapas Wahai, terutama pada momen hari besar keagamaan.
”Kami sangat mendukung sinergi yang dibangun oleh jajaran Pemasyarakatan Maluku termasuk Lapas Wahai dengan Aparat Penegak Hukum setempat, dalam hal ini Polsek Wahai. Keamanan di dalam Lapas adalah fondasi utama agar seluruh program pembinaan, khususnya pembinaan kerohanian di bulan Ramadan, dapat berjalan sukses,” terang Ricky.
Hasil razia yang nihil narkoba dan handphone ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa fungsi pengawasan dan penggeledahan rutin di Lapas Wahai berjalan dengan baik. “Tapi bukan berarti barang yang lainnya bisa masuk, sebaliknya segala yang dilarang tidak boleh masuk,” tegas Ricky.
Melalui razia humanis ini, diharapkan seluruh Warga Binaan Lapas Wahai dapat menjalankan rangkaian ibadah Ramadan, mulai dari puasa hingga salat tarawih berjamaah dengan penuh khidmat.





