Tinta-rakyat.com-Piru// Terus berkomitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru, Dawa’I secara rutin melakukan pengontrolan langsung proses pembinaan dan pelatihan warga binaan dalam bidang pertanian yang berlangsung di lahan pertanian dalam Lapas, Selasa(4/3).
Dalam Pengontrolan tersebut, Kepala Lapas Piru, Dawa’i memastikan langsung setiap proses budidaya tanaman kangkung dan sawi yang dilakukan oleh warga binaan agar sesuai dengan Langkah dan pentahapan yang benar sehingga dapat memberikan hasil tanaman yang berkualitas. Selain itu, Ia juga memastikan langsung pertumbuhan dan perawatan tanaman buah papaya yang sebelumnya telah ditanami dilahan tersebut.
Dawa’I menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan dalam Lapas ini sebagai bagian dari program pertanian yang dijalankan oleh Lapas Piru untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus sebagai kegiatan rehabilitasi bagi narapidana. Dengan memastikan dan mengingatkan pentingnya setiap Langkah dan proses dalam membudidaya tanaman yang baik tanaman dapat bertumbuh dengan maksimal.
” Kami ingin memastikan bahwa semua proses pertanian didalam Lapas ini dapat berjalan dengan baik. Dengan memastikan tanaman tetap sehat dan bertumbuh dengan baik tentunya akan menghasilkan panen yang berkualitas. Selain itu, kegiatan bertani ini juga dapat memberikan warga binaan keterampilan yang bermanfaat di luar masa pidana mereka,” ungkap Dawa’i.
Dengan memastikan aktivitas pertanian di lahan dalam Lapas ini tetap berlangsung dengan baik, Kepala Lapas Piru, Dawa’i berharap agar keterampilan dan pengetahuan warga binaan dalam bidang pertanian dapat terus meningkat sehingga dapat memberikan hasil pangan yang berkualitas yang dapat bermanfaat bagi warga binaan dalam Lapas maupun masyarakat
“ Dengan program pertanian ini, kami juga berharap agar warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang berguna untuk meningkatkan kemandirian mereka setelah kembali ke masyarakat. dengan keterampilan yang mereka miliki nantinya dapat menciptakan peluang bagi masa depan mereka yang lebih baik dan dapat berkontribusi penuh dalam mendukung ketahanan pangan “, Tutup Dawa’i