Halal Bihalal Lapas Piru Bersama Kemenag SBB, Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Kepedulian Sesama

Tinta-rakyat.com-Piru//Dalam suasana penuh kehangatan pasca Hari Raya Idulfitri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (17/4). Kegiatan yang mengusung tema “Satukan Hati, Perkuat Kepedulian di Lingkungan Lapas” ini diikuti oleh seluruh pegawai, Warga Binaan, serta jajaran Kemenag SBB.

Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Warga Binaan, menghadirkan suasana khidmat dan penuh makna. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, yang menekankan pentingnya menjadikan momen Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat pembinaan keagamaan di dalam Lapas.

Bacaan Lainnya

“Momentum ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan. Melalui kegiatan seperti ini, kita membangun kesadaran untuk saling memaafkan, memperbaiki diri, dan memperkuat nilai-nilai keimanan,” ujar Hery.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Kepala Kantor Kemenag SBB, Umi Samiun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara Lapas Piru dan Kementerian Agama dalam mendukung pembinaan kerohanian Warga Binaan. “Halal Bihalal ini menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah serta menanamkan nilai keikhlasan dalam saling memaafkan. Dengan hati yang bersih, kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan penuh makna,” ungkapnya.

Suasana semakin khusyuk saat seluruh peserta bersama-sama melantunkan Sholawat Badar yang dipimpin oleh Warga Binaan. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuatnya nilai persaudaraan tanpa sekat di lingkungan Lapas.

Memasuki sesi tausiyah, Ustadz Arifin Wally menyampaikan pesan mendalam tentang makna Halal Bihalal sebagai momentum untuk membersihkan hati dan mempererat hubungan antarsesama. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan sikap saling memaafkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Karena itu, memaafkan adalah kunci untuk menenangkan hati dan membuka jalan menuju perubahan yang lebih baik,” pesannya.

Kegiatan ini juga memberikan kesan mendalam bagi Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan berinisial “E” mengungkapkan rasa haru dan syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami merasa sangat dihargai dan diingatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Momen ini membuat kami lebih dekat dengan Tuhan dan sesama,” ungkapnya.

Sebagai penutup, seluruh peserta saling berjabat tangan sebagai simbol persaudaraan dan saling memaafkan. Momen tersebut menjadi refleksi nyata dari semangat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian yang terus dibangun di lingkungan Lapas Piru.

Melalui kegiatan ini, Lapas Piru kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan kemanusiaan Warga Binaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *